Musik Rap Dan Awal Pergerakan Islam Di Amerika Serikat 
Oleh Cece Ys / Microjihad.cjb.net
Musik rap..musik yang selalu menghiasi MTV dengan wanita – wanita open aurat . Musik yang kini sarat dengan budaya glamour, konsumerisme dan freesex. Tapi tahukah anda pada masa awal lahirnya musik ini?
Musik rap adalah bagian dari sebuah budaya yang lebih kita kenal dengan sebutan hiphop. Sedangkan hiphop sendiri adalah sebuah budaya yang tidak hanya terdiri dari satu kultur music rap saja. Untuk bisa menghidupkan hiphop, kita harus memiliki 4 unsur penting antara lain rap, graffiti, breakdance, dan turntable/DJ-ing.
Banyak orang salah kaprah untuk membedakan antara hiphop dan rap musik. Karena hiphop adalah budaya yang sudah membaur dan lebih universal. Sedangkan rap adalah budaya yang lebih spesifik lagi. Rap hanyalah salah satu blok yang merupakan bagian dari hiphop.
Tapi banyak orang bertanya tentang kehadiran topik – topik musik rap bernuansa dakwah dan Islam. Mulai dari Soldier Of Allah yang sebagian personelnya telah menikmati indahnya syahid di Afghanistan, lalu ada juga grup Rap New America atau di atribut lokal kita sudah mulai mendengar nama - nama seperti Thufail Al Ghifari yang bahkan tidak sedikit pula grup - grup nasyid Indonesia yang mulai melirik warna rap sebagai salah satu instrumen eksperimen mereka.
Maka pertanyaannya, Apakah cara berdakwah ini syari dan dapat dibenarkan? Bukankah ini sebuah bid'ah besar? Bukankah rap adalah sebuah budaya jahiliyah? Lalu mengapa kita membenarkan keberadaan kultur jahiliyah ini terbungkus sebuah almamater berlabel dakwah?
Ya…sah – sah saja kalau anda berpikir seperti itu. Tapi tahukah anda bagaimana perkembangan Islam di Amerika Serikat sejak Malcolm X menebarkan semangat anti rasialisme yang didasari oleh ajaran Islam? Atau mungkin anda tidak tahu sama sekali siapa itu Malcolm X?
Malcolm X adalah pejuang yang melawan tirani rasialis ketika di Amerika. Beliau adalah seorang mualaf. Dan tumbuh menjadi aktivis dakwah Amerika bergabung dengan The Nation Of Islam (NOI) yang dipimpin oleh Elijah Muhammad. Namun karena sikap Elijah Muhammad yang menganggap didirinya adalah nabi dan dengan mudah mengkafirkan orang yang tidak sejalan dengannya, Elijah juga dalam pergerakannya terlalu banyak menjilat muka orang kulit putih Amerika bahkan mengemis eksistensi di hadapan tirani ketika itu, semua ini membuat Malcolm X keluar dari NOI. Malcolm X lalu membangun pergerakannya sendiri. Pergerakan yang memang jauh lebih tegas untuk masalah hak asasi kulit hitam. Malcolm X sadar betul, bahwa Islam adalah dasar semangat. Persis ketika Ia bercerita kepada sahabatnya Casius Clay atau Muhammad Ali, ketika ia selesai pulang umroh dari Makkah.
Malcolm melihat ada begitu banyak ras, warna mata yang berbeda, warna kulit dan suku bangsa yang berbeda menyatu menjadi satu di bawah payung Islam. Namun tidak lama setelah itu Malcolm ditembak mati oleh beberapa agen sewaan CIA dalam sebuah kampanye anti rasisnya. Kematian Malcolm telah menginspirasi kaum kulit hitam, terutama muslim kulit hitam ketika itu. Pasca kematian Malcolm gerakan Islam justru semakin menjalar. Dan salah satu penggerak itu adalah Jamil Abdullah Al Amin (Rap Brown) dan Sulaiman El Hadi .